Perbedaan EMMC dan UFS pada Android
Berikut perbedaan utama eMMC dan UFS pada Android, mulai dari arsitektur teknis hingga dampaknya saat penggunaan sehari-hari.
Perbandingan Spesifikasi Lebih Rincinya
· Antarmuka & Alur Data
· eMMC: Half-duplex (baca atau tulis, bergantian).
· UFS: Full-duplex (baca dan tulis secara bersamaan).
· Antrian Perintah
· eMMC: Tidak ada. Proses dieksekusi satu per satu.
· UFS: Ada (Command Queue). Bisa mengatur & menjalankan banyak perintah sekaligus.
· Kecepatan Baca/Tulis Berurutan
· eMMC 5.1: Sekitar 250 MB/s.
· UFS 2.1: Sekitar 1000 MB/s.
· UFS 3.1: Sekitar 2100 MB/s.
· Kecepatan Baca/Tulis Acak (IOPS)
· eMMC 5.1: ~11,000 (baca), ~13,000 (tulis).
· UFS 3.1: ~100,000 (baca), ~70,000 (tulis).
· Konsumsi Daya
· eMMC: Umumnya lebih rendah.
· UFS: Lebih efisien, menyelesaikan tugas cepat lalu kembali ke mode idle.
· Biaya
· eMMC: Lebih murah.
· UFS: Lebih mahal.
· Penggunaan Khas
· eMMC: Smartphone entry-level hingga mid-range, perangkat IoT.
· UFS: Smartphone flagship dan mid-range tinggi, tablet premium.
⚙️ Perbedaan Teknis Inti
Perbedaan utama terletak pada cara kedua teknologi mentransfer data:
· eMMC seperti jalan satu arah yang bergantian arah. Ia hanya bisa membaca atau menulis dalam satu waktu (half-duplex) dan harus menunggu satu perintah selesai sebelum memulai berikutnya.
· UFS seperti jalan layang dua arah. Ia bisa membaca dan menulis secara bersamaan (full-duplex) dan memiliki "antrian perintah" (Command Queue) yang mengatur banyak tugas agar dieksekusi dengan lebih efisien.
📱 Dampak pada Pengalaman Pengguna
Perbedaan teknis ini terasa langsung pada smartphone yang digunakan :
· Membuka Aplikasi & Menyalin File: Dengan kecepatan baca/tulis berurutan yang jauh lebih tinggi, UFS membuat pembukaan aplikasi berat seperti game, atau menyalin file besar, menjadi lebih cepat.
· Multitasking & Responsivitas Sistem: Kecepatan baca/tulis acak (IOPS) UFS yang lebih unggul berarti performa lebih lancar saat banyak aplikasi berjalan di latar belakang atau saat sistem menangani banyak file kecil secara bersamaan (seperti saat membuka galeri atau aplikasi chat).
· Kinerja saat Penyimpanan Hampir Penuh: UFS umumnya lebih baik dalam mengelola data saat penyimpanan hampir penuh, sehingga smartphone tidak melambat secara signifikan dibandingkan dengan eMMC.
💡 Tips Memilih Smartphone
· Prioritaskan UFS untuk Performa: Jika Anda sering bermain game, multitasking, atau ingin smartphone tetap responsif dalam jangka panjang, pilih smartphone dengan UFS. Versi terbaru (UFS 3.1/4.0) menawarkan performa terbaik.
· eMMC untuk Kebutuhan Dasar: Untuk penggunaan dasar seperti media sosial, browsing, dan streaming, smartphone dengan eMMC masih memadai dan lebih terjangkau.
· Periksa Spesifikasi: Sayangnya, tidak semua produsen secara eksplisit mencantumkan tipe penyimpanan. Anda perlu mencari ulasan teknis atau bertanya langsung ke penjual untuk memastikannya.
🔮 Tren di Masa Depan Nantinya
UFS adalah standar masa depan untuk perangkat mobile. Versi terbaru seperti UFS 4.0 menawarkan bandwidth hingga 4800 MB/s dan akan semakin banyak diterapkan di smartphone flagship serta perangkat lain seperti kendaraan. Meskipun eMMC masih akan bertahan di segmen budget karena biayanya yang rendah.
Untuk memahami ini lebih lanjut, apakah Anda tertarik untuk mengetahui cara mengecek tipe penyimpanan di smartphone Android yang sudah Anda miliki? Jika iya, kita lanjut Part 2.